Agama dan Agama Islam ( 12 September 2019)

Agama yang berasal dari bahasa Sansekerta yang menyebar di kepulauan Nusantara, kemudian diambil alih oleh bahasa Melayu yang akhirnya masuk ke dalam bahasa Indonesia. Istilah ini erat kaitannya dengan keyakinan yang tumbuh di dalam masyarakat seperti Hindu dan Budha. Segala ajaran yang menyangkut hal-hal ghaib kemudian menjadi keyakinan masyarakat dan melembaga disebut agama.

Religion yang berasal dari kata relegere (Latin), kemudian diindonesiakan menjadi religi. Istilah religi erat kaitannya dengan system ajaran Nasrani yang menunjuk kepada hubungan tetap antara manusia dengan Tuhan. Padahal pengetian diyn menurut Al-Qur’an (Q.S. 5:3) mengandung pengertian tata aturan yang menyangkut: (i) hubungan manusia dengan Allah dan (ii) hubungan manusia dengan sesamanya (termasuk dirinya) serta (iii) alam lingkungannya. Atau dalam istilah yang dipakai Al-Qur’an (Q.S.3:112) hablun minallah wa hablun minannas, sebagai dimensi yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam Al-Qur’an, agama yang benar dinyatakan sebagai agama Allah yang hak (diyn al-baqq), yang lurus (diyn al-qayyim) dan yang hanif (diyn hanif).

*********************** Umum ***********************

Kedudukan Agama Dalam Kehidupan Manusia

  1. Agama sebagai Kebutuhan Fitrah Manusia

Kebutuhan-kebutuhan manusia terdiri dari 2 bagian yaitu:

  • Kebutuhan alamiah (fitrah
  • Kebutuhan non alamiah
    • Kebutuhan alamiah (fitrah) yaitu kebutuhan atau hal-hal yang dibutuhkan manusia sebagai manusia, yang sampai saat ini belum diketahui rahasianya.
    • Kebutuhan non alamiah yaitu kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat yang dilakukan oleh kebanyakan manusia, akan tetapi mereka memiliki kemampuan untuk menghentikannya atau menghilangkannya, seperti merokok, minum alkohol dan sebagainya.

Manusia tidak mungkin dapat meninggalkan kebutuhan fitrah. Salah satu dari kebutuhan fitrah manusia adalah agama. Kefitrahan agama dalam Al-Qur’an telah diungkapkan Tuhan Allah SWT yang meletakkan agama pada lubuk jiwa manusia

******************  Umum *******************

MANFAAT AGAMA

Agama akan bermanfaat manakala dilihat dari keyakinan keagamaan seseorang. Keyakinan agama seseorang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh positif yang luar biasa. Pada dasarnya, manfaat agama dapat diliat dari dua sisi, yaitu individual dan social.

  1. Manfaat Agama Secara Individual

Manfaat agama secara individual intinya berkaitan dengan proses menciptakan kebahagiaan seseorang. Ada tiga sasaran yang berkaitan dengan manfaat agama secara individual tersebut, yaitu:

Pertama, tumbuhnya sikap optimis dalam menjalankan hidup di dunia ini. Kedudukan orang beragama didunia ini adalah seperti manusia yang hidup disuatu negeri yang memilki hukum, aturan yang benar dan adil. Kesadaran ini akan segera mengubah diri menuju tatapan masa depan yang luas dan jelas. Allah berfirman ; Tetapi orang yang berpaling dari mengingat-Ku, baginya kehidupan yang sempit (QS. Yusuf/12 ayat 90)

Kedua, timbuknya ketentraman hati. Karena keyakinan keagamaannya ia melihat jagat tampah cerah dengan adanya cahaya Allah (nurullah) berupa kebenaran, sehingga dapat menghidupkan ruhnya yang berfungsi sebagai obor yang menerangi kesadarannya. Manusia mendambakan dua kebahagiaan, yaitu berhubungan dengan fisik dan berhubungan dengan ruhani. Dua kebahagiaan itu sama pentingnya bagi manusia, walaupun kebahagiaan ruhani lebih kuat dan terasa lebih lama.

Ketiga, pencerahan pikiran. Pikiran yang dipandu dengan petunjuk-petunjuk agama, akan tampak jernih dan tertata rapi. Untuk mendapat ilmu yang luas, diperlukan pemikiran yang cerah. Kehidupan manusia, disukai atau tidak, mengandung kegagalan dan kepahitan sebagaimana juga menawarkan keberhasilan dan kebahagiaan.

  1. Manfaat Agama Secara Sosial

Kehidupan social yang sehat adalah yang didalamnya individu-individi yang dapat menghargai hak individu lainnya, menghargai: aturan dan pembatasan, menilai kebenaran dan keadilan sebagai sesuatu yang suci. Dalam agama, dijelaskan hak dan kewajiban setiap individu. Tidak ada sesuatu yang melebihi agama dalam hal menghargai kebajikan, menganggap suci pengadilan, menyentuh hati sesamanya, menciptakan saling percaya. Oleh karena itu, orang yang paling baik adalah orang yang memberikan manfaat pada orang lain. Bahkan, tidak termasuk beriman (beragama yang baik), baik mereka yang berkecukupan dengan materi sementara tetangganya dalam keadaan lapar. Al-Qur’an banyak menyebutkan bahwa iman harus disertai dengan amal shaleh. Dengan demikian, manfaat agama secara social jelas mendorong individu untuk menciptakan kehidupan social yang harmonis, saling memelihara hak dan kewajiban

Pengertian dan Ruang Lingkup Agama Islam

Kata Islam menurut bahasa berasal dari kata “aslama” yang berarti tunduk, patuh, dan berserah diri. Islam adalah nama dari agama wahyu yang diturunkan Allah Swt. kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada manusia. Agama Islam berisi ajaran Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.  Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah wahyu Allah terakhir untuk manusia. Oleh karena itu, agama ini sudah sempurna, dan senantiasa sesuai dengan tingkat perkembangan manusia sejak masa diturunkannya, empat belas abad yang lalu hingga akhir peradaban manusia, hari Kiamat kelak.

Agama Islam yang diturunkan kepada nabi sebelumnya tidak selengkap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Wahyu yang turun pada saat itu bersifat lokal untuk satu atau dua suku bangsa saja. Al Quran menjelaskan dengan gamblang bahwa para Nabi Allah membawa agama Islam bagi umatnya :

Tulisan ini dipublikasikan di Materi Kuliah, Uncategorized. Tandai permalink.

18 Responses to Agama dan Agama Islam ( 12 September 2019)

  1. Dedi afrianto /1B /2019.210016 berkata:

    agama sangat bermanfaat bagi manusia. dimana agama bisa memberikan pengaruh pengaruh positif bagi kehidupan sehari hari.
    manfaat agama secara individual yakni bisa menimbulkan ketentraman hati, fikiran menjadi cerah sehingga bisa mendapatkan ide ide yg bermanfaat.
    kemudian agama bermanfaan di kehidupan sosial yakni bisa saling meghargai antar masyarakat lain. bisa menghargai hak dan kewajiban seseorang sehingga dapat menciptakan kehidupan sosial yg harmonis.

  2. HERI PERDANA NPM:2019-210-046/1b berkata:

    Agama Islam yang diturunkan kepada nabi sebelumnya tidak selengkap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Wahyu yang turun pada saat itu bersifat lokal untuk satu atau dua suku bangsa saja. Al Quran menjelaskan dengan gamblang bahwa para Nabi Allah membawa agama Islam bagi umatnya :

  3. YULIYA LESTARI / 2019210001 / 1B berkata:

    Agama sangat bermanfaat bagi manusia , baik secara individual maupun sosial. sebab agama yang akan menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik dalam jasmani ataupun rohani. Agama islam berisi ajaran allah yang mengatur hubungan manusia dengan allah , manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Semakin kita mengerti tentang agama dan selalu mengamal kan semua isi yang terkandung dalam wahyu yang di turun kan oleh nabi muhammad yaitu al qur’an insya allah kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan selalu menjalan kan perintah allah dan menjauhi larangan nya.

  4. Sularni no npm 2019 210 028 berkata:

    Agama islam sangat bermanfaat bagi umat islam..karena banyak kehidupan sosial yang sehat yang di dalamnya terkandung dalam individu-individu yang dapat menghargai hak individu lainnya,dan bermanfaat juga dari keyakinan keagamaan seseorang.Yakin dapat menimbulkan pengaruh positif yang luar biasa,pada dasarnya agama dapat di lihat dari dua sisi yaitu individu dan sosial.

  5. GUNAWAN berkata:

    Agama Islam berisi ajaran Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.
    Agama dengan agama Islam sengat berpengaruh positif dalam kehidupan sehari2 yg mengatur kehidupan individu dan sosial.

  6. PARWOTO berkata:

    Agama adalah sebuah wadah/koleksi terorganisir dari kepercayaan oleh penganut nya dari kepercayaan, seni budaya dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan masing – masing penganutnya,dalam konteks kehidupan sehari hari pada umumnya masyarakat sudah memiliki Agama dan kepercayaan masing – masing, sedangkan agama islam ialah agama yang dibawa oleh Penyiar baik para Nabi dan ulama ulama terdahulu ke Nusantara indonesia, baik melalui budaya jawa teradahulu yang menggunakan sistem metode kesenian untuk menarik atau mengalihkan antara agama kepercayan yang lalu menjadikan masuk keagama islam hingga saat ini, pada kenyataanya saat ini orang yang mengerti tentang agama sekaligus juga pemeluk agama yang baik, dan tidak sedikit orang tersebut sekedar mengerti atau memiliki pengetahuan agama tetapi tidak menjalankannya agama islam adalah agama yang dibawa nabi Muhammad saw atau agama islam sebagai agama penutup sebelumnya.Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba – hambanya dengan agama islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka serta meridhoi islam sebagai agama yang harus mereka peluk hingga saat ini.

  7. Ardian Saputra, 2019 210 045, kls 1b berkata:

    Agama Islam sangat bermanfaat bagi umat islam. Di mana agama bisa memberikan pengaruh positif, agama akan bermanfaat manakala dilihat dari keyakinan keagamaan seseorang. Manfaat agama dapat dilihat dari dua sisi, yaitu individual dan sosil, manfaat individual berkaitan dengan proses menciptakan kebahagiaan seseorang, dan manfaat sosial yang didalamnya individu ” dapat menghargai hak individu yang lainnya….

  8. Heri Setiabudi berkata:

    Npm: 2015210106
    Kelas: Khusus B1

    Manusia tidak mungkin dapat meninggalkan kebutuhan fitrah. Salah satu dari kebutuhan fitrah manusia adalah agama. Kefitrahan agama dalam Al-Qur’an telah diungkapkan Tuhan Allah SWT yang meletakkan agama pada lubuk jiwa manusia
    Agama Islam berisi ajaran Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah wahyu Allah terakhir untuk manusia

  9. Ida.rachmatia berkata:

    Agama adalah sistem yg mengatur tata keimanan dan kepercayaan kepribadian kepada Tuhan yang maha kuasa serta tata kaidah yg berhubungan tentang pergaulan dan lingkungan
    Agama Islam adalah agama di bawa oleh nabi Muhamad dengan Agama ini lah Allah menutup agama sebelumnya Allah menyempurnakan bagi hambanya dengan agama meridai Islam sebagai agama yg harus mereka peluk.

  10. Agama sistem yg mengatur tata keimanan kepercayaan kepribadian kepada Tuhan yg maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan lingkungan
    Agama Islam adalah agama Islam yg dibawa oleh nabi Muhamad dengan agama inilah Allah menutup agama sebelumnya Allah menyempurnakan bagi hamba dengan agama meridai Islam sebagai agama yg harus mereka peluk

  11. Agama adalah sistem yg mengatur tata keimanan kepercayaan kepribadian kepada Tuhan yg maha kuasa serta tata kaidah yg berhubungan tentang pergaulan manusia dan lingkungan.
    Agama Islam adalah agama yg di bwa oleh nabi muhamad dengan ini lah Allah menutup agama sebelum nya,Allah menyempurnakan bagi hambanya dengan agama meridoi islam,sebagai agama yg harus mereka peluk.

  12. Nama : Lusi Ariyana , Npm :2019210015 , M.k : Pendidikan Pancasila berkata:

    Agama adalah unsur terpenting bagi kehidupan manusia dimana agama sebagai pengatur dan pedoman manusia untuk menjalani kehidupan sesuai dg aturan dan tuntunan dari Allah,
    Sejatinya Islam adalah agama yg paling sempurna dari agama2 yg lainnya,dg kata lain agama Islam selalu kompleks kaitannya dg aturan kehidupan..
    Manfaat dari agama Islam itu sendiri banyak sebagai pedoman dalam kehidupan juga patokan dalam mengambil sebuah keputusan baik keputusan pribadi,bersama atau keputusan yg berkaitan dg hal2 yg menyangkut hubungan manusia dg Allah itu sendiri.
    Sebagai umat yg beragama seharusnya kita mengamalkan apa yg telah diajarkan oleh Rosul dalam menjalani kehidupan agar selamat Dunia dan akhirnya..
    Namun kenyataannya banyak dri kita sendiri yg menyadari dan mengetahui tentang agama Islam khususnya serta aturan2 kehidupan sesuai syariat Islam ttp malah menyimpangkannya..
    Terlebih lagi kita banyak mempelajari tata cara Islam dalam berbudaya,bahasa,dan sopan santun namun sering kali kita lupa akan aturan dan ajaran2 yg telaah diajarkan
    Karenanya selain kita belajar ilmu agama Islam seharusnya kita senantiasa menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari hari agar kita bisa menerapkan bagaimana cara menjalani kehidupan yg diperintahkan Allah serta sesuai firman dan Al hadits ..
    Islam yg akan selalu menjadi penyempurna agama dari yg lainnya akan selalu memberikan kedamaian serta ketentraman dalam menjalani kehidupan baik kaitannya dg manusia dan manusia atau manusia dg Allah

  13. Menurut Hasan al-Banna, orang yang beranggapan bahwa Islam tidak sama dengan politik, atau sebaliknya politik tidak ada sangkut pautnya dengan agama, adalah salah satu yang mengerti keliru. Demikian halnya dengan Ahmad Amin (1886-1956) dalam Yaum Al-Islam, menulis bahwa Islam tidak memerlukan agama dengan politik yang terkait dengan agama untuk memperbaiki sistem politik yang ada dan membimbing para pemimpin menuju kemaslahatan masyarakat.

    Terkait ditulis dalam sejarah, Eropa pernah terjerumus ke dalam perang, yang ditimbulkan karena mereka sengaja dikeluarkan politik dari agama. Hal itu menyebabkan politik terlepas dari norma-norma dan etika.

    Sistem pemerintahan tidak bisa lepas dari hukum sebagai benteng kemasyarakatan. Menurut Rasyid Rida, hukum adalah prasyarat kehidupan sosial yang tertib, yang menunjukkan adanya integrasi moral dan budaya masyarakat. Hukum seperti inilah yang mampu membentengi masyarakat dari anarki moral dan serangan budaya asing.

    Terkait dengan wacana hukum, Hasan al-Banna mengatakan bahwa Islam telah menyediakan prinsip legislasi dan hukum di berbagai bidang, baik itu kehartabendaan maupun kriminal, perdagangan maupun kenegaraan. Untuk itu, masuklah akal tentang hukum yang berlaku di masyarakat Islam yang ditentang dengan aturan agamanya. Maka dia menawarkan pentingnya Islamisasi Qonun, dalam artian menjadikan hukum Islam sebagai hukum positif.

    Al-Quran sebagai undang-undang yang mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia. Baik itu bidang ekonomi, pendidikan, hukum maupun politik. Khususnya dalam hal politik, telah tersurat dalam QS. Al-Maa’idah: 49:

    “… Dan dapatkanlah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu ambil hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, buat mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diperoleh Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah yang dikeluarkan Allah akan menimpakan musibah kepada mereka yang menjadi sebahagian dosa-dosa mereka. dan manusia yang sesungguhnya adalah orang-orang yang fasik. ”[QS. 5: 49]

    Al-Quran adalah pedoman dari undang-undang manusia, sedangkan Allah SWT merupakan konseptor kehidupan di dunia yang wajib diimani, bukan dikritik besar-besaran. Jadi, kemajuan bangsa baru akan terwujud persetujuan pemerintahan yang telah ditentukan yang mengatur sang pencipta.

    Agama tidak bisa diselesaikan dengan kehidupan negara atau pemerintahan politik. Terkait yang telah diterbitkan oleh Ibnu Taymiyyah dalam Maj’mu Al-Fatawa juz 28 hal 394, negara yang disetujui dari agama atau negara yang dipisah dari agama, maka negara yang akan dihancurkan akan dihancurkan oleh negara. Agama dan kekuasaan ibarat saudara kembar. Seperti Imam al-Ghazali memisalkan agama adalah pondasi dan negara adalah bangunannya. Sebuah bangunan tidak akan bisa berdiri tegak tanpa adanya pondasi.

    Permisalan di atas merupakan sanggahan dari yang disampaikan Robert Audi dalam bukunya “Agama dan Nalar Sekuler di dalam Masyarakat Liberal”, ia menyediakan hubungan agama yang memungkinkan semua aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya. Agama hanya memungkinkan hubungan pribadi manusia dengan Tuhannya, sedangkan hubungan manusia dengan manusia ditentukan oleh manusia itu sendiri.

  14. Eka setiawan berkata:

    Agama akan bermanfaat manakala dilihat dari keyakinan keagamaan seseorang. Keyakinan agama seseorang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh positif yang luar biasa. Pada dasarnya, manfaat agama dapat diliat dari dua sisi, yaitu individual dan social.

  15. Amanda dian sukma. NPM. 2019210053 berkata:

    Agama adalah pondasi kehidupan yg merupakan keyakinan agar mengarahkan kepada pedoman hidup sebagai nilai moral
    Agama adalah hubungan antara manusia dan tuhannya ketika kita memiliki keyakinan dan peribadatan itu adalah pondasi hidup dan kewajiban seseorang yg beragama tentu saja orang tersebut pasti bermoral karna mencerminkan tingkah lakunya dalam kehidupannya sehari2
    Semakin beragama maka tingkat iman dan ketentraman hatinya akan lebih baik tentunya didasari dg ketulusan hati dan keyakinan.

  16. Amanda dian sukma. NPM. 2019210053 berkata:

    Agama adalah pondasi kehidupan yang merupakan keyakinan agar mengarah kepada pedoman hidup sebagai nira moral agama adalah hubungan antara manusia dan tuhan nya ketika manusia mememiliki keyakinan suatu ke peryacayaan dan peribadatan itu adalah 1 kewajiban seseorang yg ber agama tentu bermoral dan mencermin kan tingkah laku nya dalam kehidupan sehari hari

  17. sayfiasyasari berkata:

    agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistim budaya dan pemandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tataan atau pemerintah dari kehidupan. banyak agama memiliki narasi, simbol dan sejarah suci yang di maksud untuk menjelaskan makna hidup atau menjelaskan asal untuk kehidupan dan alam semesta. agama islam adalah agama yang mengimani satu tuhan, yaitu allah. islam memiliki arti penyerahan diri sepenuh nya kepada tuhan. pengikut ajaran agama islam dikenal dengan sebutan muslim yang berarti tunduk kepada tuhan.

  18. Eka setiawan berkata:

    Agama yang berasal dari bahasa Sansekerta yang menyebar di kepulauan Nusantara, kemudian diambil alih oleh bahasa Melayu yang akhirnya masuk ke dalam bahasa Indonesia. Istilah ini erat kaitannya dengan keyakinan yang tumbuh di dalam masyarakat seperti Hindu dan Budha. Segala ajaran yang menyangkut hal-hal ghaib kemudian menjadi keyakinan masyarakat dan melembaga disebut agama.

    Religion yang berasal dari kata relegere (Latin), kemudian diindonesiakan menjadi religi. Istilah religi erat kaitannya dengan system ajaran Nasrani yang menunjuk kepada hubungan tetap antara manusia dengan Tuhan. Padahal pengetian diyn menurut Al-Qur’an (Q.S. 5:3) mengandung pengertian tata aturan yang menyangkut: (i) hubungan manusia dengan Allah dan (ii) hubungan manusia dengan sesamanya (termasuk dirinya) serta (iii) alam lingkungannya. Atau dalam istilah yang dipakai Al-Qur’an (Q.S.3:112) hablun minallah wa hablun minannas, sebagai dimensi yang tidak dapat dipisahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *