Pendidikan Agama ( Tahapan Penciptaan Manusia)

2. Tahapan Penciptaan Manusia Menurut Islam

Tahap pertama manusia dibuat dari saripati tanah melalui makanan yang dimakan oleh laki-laki dan perempuan. Sebagian dari inti zat yang dimakan menjadi bahan sperma (air mani), bahan awal terciptanya manusia. Unsur-unsur yang menyusun tubuh manusia menurut penelitian ditemukan pada jenis-jenis tanah, karena itu ayat diatas dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Selanjutnya Allah berfirman ;

“ Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (QS. Al-Mukminuun, 23 : 12)

Nutfah adalah tetesan cairan yang mengandung gamet pria dan gamet wanita, kemudian tersimpan di dalam rahim (qararin makin) atau uterus, yaitu suatu wadah yang ideal untuk perkembangan embrio.

Artinya :

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mukminuun, 23 : 14)

‘Alaqah adalah embrio yang berumur 24-25 hari, kemudian berubah menjadi mudghah (26-27 hari). Selanjutnya menjadi tulang (idzam), yaitu cikal tulang rangka yang berbentuk dalam mudzghah (25-40 hari) berubah menjadi tulang rawan, setelah itu embrio berada dalam stadium tulang. Dalam stadium ini berbagai organ benda dalam posisi baru yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang/rangka.

Setelah itu embrio  masuk ke dalam stadium dibungkus daging (fakasaunal idzama lahma), artinya setelah tulang dibentuk lalu diikuti oleh pembentukan daging yang meliputi tulang tersebut. Pada minggu ke 8 embrio menjadi fetus membentuk otot-otot. Dalam minggu ke 12 terjadi assifikasi pada pusat pertulangan. Anggota badan berdifferensiasi dan terbentuk kuku pada jari kaki dan tangan. Masing-masing organ juga mengalami pertumbuhan bersama dengan pertumbuhan badan.

Tubuh memiliki daya yang bersifat fisik, seperti mendengar, melihat, mencium, merasakan, serta memiliki daya gerak. Daya pikir melahirkan logika yang dikembangkan dan dipertajam dengan cara mengembangkan pemahaman terhadap fenomena alam melalui proses berpikir (tafakur). Dengan daya ini manusia dapat menyusun konsep dan teori. Akal atau daya pikir berfungsi pula sebagai filter, menyeleksi secara nalar tentang baik dan buruk.

Akal digunakan untuk meneliti dan menghayati alam semesta untuk memperoleh pengetahuan dalam rangka memenuhi hasrat dan kesejahteraan hidupnya.  Sedangkan rasa dipertajam melalui ibadah, menghadapkan kepada Allah dan menyucikann diri melalui proses ritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Suci. Rasa etis sering juga disebut sebagai rasa agama atau rasa berketuhanan yang secara potensial dimiliki setiap manusia. Rasa yang memiliki kecenderungan beragama diungkapkan dalam firman Allah :“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah)”. (QS. Al-A’raf, 7 : 172)

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa setiap manusia mengalami proses perjanjian dengan Allah, artinya secara potensial setiap orang memiliki kecenderungan yang mengarahkannya kepada Tuhan, yakni agama.

Di samping itu, manusia memiliki pula dorongan yang disebut nafsu atau kehendak bebas yang melahirkan ambisi dan kreasi. Nafsu yang terkait dengan nilai etika akan melahirkan kreatifitas yang positif, tetapi apabila terbawa pada tarikan negatif dapat menyebabkan manusia jatuh kepada kesesatan, baik berupa kesombongan, mementingkan diri sendiri, ketamakan, kecerobohan, dsb.

 

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

12 Responses to Pendidikan Agama ( Tahapan Penciptaan Manusia)

  1. Diah novitasari berkata:

    Npm:2019 210 032
    Kelas: reguler (semester 1)

    Allah menciptakan manusia dari bahan dasar tanah yang kemudian dengan kekuasaan dan hukum-hukumnya dibentuk rupa dan beragam fungsi dari fisik yang ada dalam tubuh manusia. Manusia yang memahami kebesaran dan kekuasaan Allah lewat proses penciptaan manusia, maka dia akan mengenal betapa hebatnya Allah dengan segala hukum-hukumnya.mungkin bisa tunduk kepada Allah dan mau untuk melaksanakan fungsi agama, mengimani rukun iman dan menjalankan rukun islam.

  2. DIKI WAHYUDI berkata:

    Nama : Diki wahyudi
    Kelas : Reguler 1
    Npm : 2019 210 041

    Menurut kesimpulan yang saya baca dan pahami,, Manusia yg diciptakan dari sari pati tanah, yang terdiri dari segumpal darah, daging, dan tulang belulang. Juga memiliki tubuh berfisik, melihat, mendengar, merasakan, dan bergerak, serta memiliki akal yg berfungsi sebagai filter, u/ menyeleksi scr nalar mana yg baik dan buruk. juga memiliki rasa etis, sbg rasa agama atau rasa berkebutuahn yg secra pontensial dimiliki manusia. Dengan demikian, dlm ( QS. Al-A’raf, 7 : 172 ) ayat tersebut mengisyaratkan bahwa setiap manusia memiliki proses perjanjian dgn allah swt, jadi kita sebagai mahkhluk ciptaan allah swt, harus selalu taat menjalankan perintah printahnya dan smga selalu dalam lindunganya. Agar nantinya tidak terjerumus ke hal negatif, yang menarah ke sombong, mementingkan diri sendiri, ketamakan, dll.

  3. Andi kurniawan berkata:

    NAMA:ANDI KURNIAWAN
    KELAS:SEMESTER 1 REG
    NPM :2019 210 041

    PEMAHAMAN :manusia mengalami proses perjanjian dengan Allah, artinya secara potensial setiap orang memiliki kecenderungan yang mengarahkannya kepada Tuhan, yakni agama.

  4. Lukman berkata:

    Nama ; Lukman bimantoro
    Kelas ; manajemen 1 reg
    Npm ; 2019210007

    Ada beberapa fase tentang penciptaan manusia,Beberapa diantaranya seperti,

    pertama saripati tanah
    Saripati tanah yang dimaksud adalah suatu zat yang berasal dari bahan makanan (baik tumbuhan maupun hewan) yang bersumber dari tanah, yang kemudian dicerna menjadi darah, kemudian diproses hingga akhirnya menjadi sperma.
    Kedua, air mani (nuthfah)
    yang dimaksud dengan nuthfah adalah pancaran mani yang menyembur dari alat kelamin pria yang mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia, tetapi yang berhasil bertemu dengan ovum wanita hanya satu.

  5. Irma Aristia berkata:

    Nama :Irma Aristia
    Kelas :Semester 1 Reg
    NPM :2019 210 026

    Yang saya pahami tentang materi tersebut yaitu penciptaan manusia menurut islam dilakukan melalui proses yang bertahap dan memerlukan waktu.
    Tahap pertama manusia diciptakan dari sari pati tanah melalui makanan yang dimakan oleh laki laki dan perempuan, sebagian inti zat yang dimakan menjadi bahan sperma(air mani) kemudian air mani itu dijadikan segumpal darah, lalu segumpal daging, dan segumpal daging itu dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging, kemudian Allah jadikan makhluk yang berbentuk dan diberi akal, rasa serta hawa nafsu. Akal yang digunakan untuk meneliti dan menghayati alam semesta, Rasa dipertajam melalui ibadah dan menghadap kepada Allah sang maha pencipta, sedangkan nafsu sebagai dorongan akan melahirkan kreatifitas yang positif tetapi abila terbawa ke arah negatif dapat menyebabkan manusia jatuh pada kesesatan.

  6. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    NAMA: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM:2019 210 045

    Pada dasarnya manusia tercipta dari sari Pati tanah.yang terdiri beberapa organ sepeti Nutfah adalah tetesan cairan yang mengandung gamet laki dan perempuan.
    Kemudian alaqah adalah embrio yang berumur 24-25 hari kemudian menjadi mudgha lalu menjadi tulang (izdam).

  7. DAVID LUHUR PAMBUDI berkata:

    Npm : 2019 210 004
    Kelas : semester 1

    manusia dibuat dari saripati tanah melalui makanan yang dimakan oleh laki-laki dan perempuan.Unsur-unsur yang menyusun tubuh manusia, antara lain:
    1. Nutfah adalah tetesan cairan yang mengandung gamet pria dan gamet wanita, kemudian tersimpan di dalam rahim.
    2.‘Alaqah adalah embrio yang berumur 24-25 hari, kemudian berubah menjadi mudghah (26-27 hari). Selanjutnya menjadi tulang (idzam), yaitu cikal tulang rangka yang berbentuk dalam mudzghah (25-40 hari) berubah menjadi tulang rawan,

  8. ARI TRI PRASETYO berkata:

    NPM:2019220009
    KELAS:SEMESTER 1 REG

    “Tahap penciptaan manusia menurut Islam”

    Tahap pertama manusia dibuat dari saripati tanah melalui makanan yang dimakan oleh laki laki dan perempuan
    Ilmu pengetahuan dijelaskan dalam firman Allah sebagai berikut:”dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tana. (QS.al-mukminuun,23:12)

  9. ENI ANGGRAINI berkata:

    Manusia dibuat dari saripati tanah yg kemudian sebagian akan menjadi sperma (air mani). Air mani akan menghasilkan embrio yg tersimpan di uterus.
    Embrio berubah menjadi mudghah selanjutnya idzam yaitu cikal tulang rangka.
    Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yg mempunyai akal pikiran, perasaan, serta nafsu. Akal yg berguna untuk menjalani kehidupan di muka bumi, serta rasa agar manusia senantiasa mempunyai rasa berkewajiban untuk selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada allah.

  10. Heri Setiabudi berkata:

    Nama: Heri Setiabudi
    Npm: 2015 210 106

    Ada 2 tahap penciptaan manusia menurut islam
    1.Tahapan Primordial adalah saat manusia pertama diciptakan pertama kali dari saripati tanah dan diberikan ruh hingga bentuk yang seindah-indahnya.
    Hal ini d jelaskan beberapa ayat yaitu: QS Al An’am (6) : 2, QS Shaad (38) : 71

    2. Tahapan biologi adalah sunnatullah atau hukum Allah melalui proses biologis yang terdapat dalam fisik atau tubuh manusia beserta segala perangkatnya. Proses biologi ini membedakan hakikat manusia menurut islam dengan makhluk lainnya yang tidak memiliki ruh dan akal untuk mengambil keputusan saat dewasanya

  11. Responsive image
    Responsive image

    Home / Khazanah
    Responsive image
    25 Ags 2018
    Begini Tiga Tahap Penciptaan Manusia yang Termaktub dalam Alquran

    Nurjamal – Khazanah
    Responsive image
    #AlqurandanSains (9)
    gomuslim.co.id – Semakin dalam kita mempelajari isi kandungan Alquran, maka akan semakin jelas pertemuannya dengan ilmu pengetahuan (Sains). Banyak penemuan-penemuan ilmiah pada abad-abad terakhir yang justru telah disebutkan dalam Alquran. Padahal, kitab suci umat Islam ini turun ribuan tahun sebelum dunia sains berkembang.

    Hal demikian menjadi bukti bahwa Alquran bukanlah ciptaaan atau karangan manusia. Melainkan turun langsung dari Yang Maha Kuasa melalui manusia yang mulia, Nabi Muhammad SAW.

    Pada khazanah kali ini, gomuslim akan membahas tentang proses penciptaan manusia dalam tiga tahap sebagaimana tertera dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6. Dalam ayat tersebut, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.

    “Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”

    Kata tiga kegelapan di atas merujuk pada tiga tahap pertumbuhan bayi di dalam rahim. Hal itu sudah dibuktikan dengan adanya perkembangan sains. Ilmu Biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio dalam bayi terjadi dalam tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu.

    Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Dalam buku basic human embryology sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

    Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan yaitu, Pre-Embrionik, dua setengah minggu pertama; embrionik, sampai akhir minggu edelapan ; dan Fetus atau janin, dari minggu kedelapan sampai kelahiran. Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan bayi. Ringkasnya, ciri-ciri utama tahap perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:

    Tahap pertama, Pre-embrionik. Zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin besar, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.

    Tahap kedua, tahap Embrionik. Tahap ini berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Pada tahap ini organ dan sistim tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.

    Tahap ketiga, tahap Fetus. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga kelahiran. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang hanya 3 cm, kesemua organnya sudah jelas. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga mingu kelahiran.

  12. Responsive image
    Responsive image

    Home / Khazanah
    Responsive image
    25 Ags 2018
    Begini Tiga Tahap Penciptaan Manusia yang Termaktub dalam Alquran

    Nurjamal – Khazanah
    Responsive image
    #AlqurandanSains (9)
    gomuslim.co.id – Semakin dalam kita mempelajari isi kandungan Alquran, maka akan semakin jelas pertemuannya dengan ilmu pengetahuan (Sains). Banyak penemuan-penemuan ilmiah pada abad-abad terakhir yang justru telah disebutkan dalam Alquran. Padahal, kitab suci umat Islam ini turun ribuan tahun sebelum dunia sains berkembang.

    Hal demikian menjadi bukti bahwa Alquran bukanlah ciptaaan atau karangan manusia. Melainkan turun langsung dari Yang Maha Kuasa melalui manusia yang mulia, Nabi Muhammad SAW.

    Pada khazanah kali ini, gomuslim akan membahas tentang proses penciptaan manusia dalam tiga tahap sebagaimana tertera dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6. Dalam ayat tersebut, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.

    “Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”

    Kata tiga kegelapan di atas merujuk pada tiga tahap pertumbuhan bayi di dalam rahim. Hal itu sudah dibuktikan dengan adanya perkembangan sains. Ilmu Biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio dalam bayi terjadi dalam tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu.

    Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Dalam buku basic human embryology sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

    Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan yaitu, Pre-Embrionik, dua setengah minggu pertama; embrionik, sampai akhir minggu edelapan ; dan Fetus atau janin, dari minggu kedelapan sampai kelahiran. Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan bayi. Ringkasnya, ciri-ciri utama tahap perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:

    Tahap pertama, Pre-embrionik. Zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin besar, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.

    Tahap kedua, tahap Embrionik. Tahap ini berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Pada tahap ini organ dan sistim tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.

    Tahap ketiga, tahap Fetus. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga kelahiran. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang hanya 3 cm, kesemua organnya sudah jelas. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *