Pendidikan Agama ( Manusia Sebagai Kholifah )

3. Manusia Sebagai Khalifah dan Abdullah

Tugas besar yang dipikul manusia di  muka bumi disebut tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan pemelihara alam. Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan sehingga dengan kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Karena itu, kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikinya tidak menjadikannya bertindak sewenang-wenang.

Ia hamba Allah yang hanya tunduk dan taat kepada Allah dan kebenaran tidak pada yang lain. Di samping peran manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan, sekaligus pula sebagai hamba Allah (abdullah). Seorang hamba berarti orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah. Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi ketentuan yang telah digariskan dari yang diwakilinya. Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakilinya adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggung jawaban atas penggunaan kewenangannya dihadapan yang diwakilinya, sesuai firman Allah :

Artinya :

“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS. Fathir, 35 : 39)

Makna esensial dari kata ‘abd  (hamba) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Semua itu hanya layak diberikan kepada Allah. Dalam hubungannya dengan Tuhan manusia menempati posisi sebagai ciptaan, dan Tuhan sebagai pencipta. Pengingkaran manusia dalam menghambakan diri kepada Allah akan mengakibatkan ia menghamba kepada dirinya; menghamba kepada hawa nafsunya. Dua peran yang dipegang manusia di muka bumi, sebagai khalifah fan ‘abd merupakan kepaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika hidup yang sarat dengan kreatifitas dan amaliah yang selalu berpihak kepada nilai-nilai kebenaran.

Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Ketidakseimbangan semua itu melahirkan sifat yang menyebabkan derajat manusia meluncur jatuh ke tingkat yang paling rendah, seperti firman Allah :

“Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). (QS. Ath-Thin, 95 : 4)

Dengan demikian, manusia sebagai khalifah dan hamba Allah merupakan kesatuan dalam menyempurnakan nilai kemanusiaannya sebagai makhluk yang memiliki kebebasan berkreasi. Di samping itu, manusia dihadapkan pada tuntutan kodrat yang menempatkan posisinya pada keterbatasan.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

57 Responses to Pendidikan Agama ( Manusia Sebagai Kholifah )

  1. HERI PERDANA NPM:2019-210-046 berkata:

    Tugas besar yang dipikul manusia di muka bumi disebut tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan pemelihara alam.Dengan demikian, manusia sebagai khalifah dan hamba Allah merupakan kesatuan dalam menyempurnakan nilai kemanusiaannya sebagai makhluk yang memiliki kebebasan berkreasi

  2. Nisa Hartiwi Agustin berkata:

    Tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan pemelihara alam. Sebagai khalifah, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan sehingga dengan kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis.

    Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi ketentuan yang telah digariskan dari yang diwakilinya. Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakilinya adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya.

    Allah yang menciptakan khalifah, maka tiada satupun yang dapat melanggar perintahnya jika ada maka mereka sendiripun yang menciptakan kerugian pada dirinya sendiri.

    Allah akan mengembalikannya ketempat yang serendah-rendahnya(Neraka).

    NPM: 2019 210 025

  3. HANI DESTYA YANTI berkata:

    Nama : HANI DESTYA YANTI
    Npm : 2019 210 024
    Kelas : Semester 1 reguler
    Pemahaman :
    Kesimpulan yang dapat saya ambil dari materi manusia sebagai khalifah dan abdullah adalah kita sebagai khalifah dimuka bumi dan sebagai wakil ALLAH SWT. Harus patuh dengan perintahnya, dan jangan melanggar aturan. ALLAH. Telah memberikan manusia kebebasan untuk mengatur dan menjaga kelestarian muka bumi ini. Dan janganlah kita sebagai khalifah untuk berlaku sewenang-wenangnya. Karna semua yang kita lakukan dimuka bumi ini akan dipertanggung jawabkan kelak diakhirat. Jadilah hamba ALLAH yg taat dan patuh . Dan janganlah kita menyianyiakan kebebasan yang telah ALLAH berikan kepada kita, agar kebebasan yang telah diberiakan melahirkan kreatifitas yang dinamis.

  4. Jerryami saputri berkata:

    Manusia diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan sehingga mengakibatkan munculnya kreatifitas yang dinamis.

    Allah yang menciptakan khalifah maka tiada satupun yang dapat melanggar perintahnya jika ada mereka menciptakan kerugian padanya sendiri.

    Allah pun akan kembalikannya ketempat yang serendah rendahnya.

  5. Dedi afrianto /1B /2019.210016 berkata:

    Makna dri manusia sebagai khalifah adalah pemimpin. manusia merupakan pemimpin diantara mahluk-mahluk lain yg ada di dunia ini. dimana manusi yg mengatur dan mengelola sesuai kreatifitas manusia itu sendiri.
    Tugas dan tanggang jawab manusia sebagai khalifah itu sangat besar disamping itu jg manusia adalah seorang hamba alloh (abdullah) maka setiap manusia muslim harus ada keseimbangan dalam hidup nya. apa bila dalam hidup manusia tersebut berlebihan atau melewati kodratnya dipastikan akan ditempatkan ditempat yg serendah rendahnya yaitu neraka oleh Allah SWT.

  6. Eka setiawan berkata:

    khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan sehingga dengan kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Karena itu, kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah

  7. Manusia diberi hak hidup oleh Allah swt.tapi bukan untuk hidup semata, melainkan ia diciptakan oleh Allah untuk mengabdi kepada-Nya. Dalam rangka pengabdian inilah, manusia dibebani kewajiban/taklif yang sangat erat kaitannya dengan usaha dan kesungguhan manusia itu sendiri.

    Selanjutnya dalam kehidupan manusia selalu dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan satu dan yang lainnya. Oleh karena itu manusia dalam berikhtiar melaksanakan taklif, berkewajiban mengendalikan dan mengarahkan faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya, guna mencapai kebahagian yang hakiki yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

    Manusia atau yang biasa disebut oleh Allah dalam Al Qur’an dengan sebutan bani adam mempunyai kedudukan yang sangat mulia, bahkan mahluk Allah yang paling mulia diantara mahluk-makhluk Allah yang lain. Nilai lebih yang diberikan Allah ini merupakan pembeda manusia dengan ciptaan Allah yang lain. Namun “kemulian/ karamah” manusia ini ada nilai konsekuensi yang berat. Kenapa? Karena pada diri manusia terdapat nafsu yang tidak selamanya dapat diajak kompromi untuk menjalankan ketaatan kepada Allah swt.

    Nafsu inilah yang sering membuat manusia tidak konsisten pada nilai kemanusiaanya dan bahkan sering sekali menelantarkannya dalam kehinaan. Diantara pemberiaan Allah kepada manusia adalah diberikanya kemampuan fisik dan berfikir. dua kemampuan ini yang pada dasarnya akan menumbuhkan sumber daya manusia, sekaligus akan memacu manusia untuk mencapai kualitas terbaiknya, bila di barengi dengan kemauan untuk berusaha.

    Disisi lain meskipun memiliki nilai karamah/ kemuliaan, manusian dalam Al-Qur’an tetap sebagai abd/ hamba. seorang hamba berarti dia punya tanggung jawab yang melekat pada dirinya. Manusia dalam kapasitasnya sebagai hamba Allah dia mendapatkan tanggung jawab (taklif) yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan kemampuannya.

    Sejauahmana manusia mampu memenuhi taklif, sejauh itu pula ia mempertahankan nilai kemuliaanya/ karamahnya. Sejauhmana manusia mengabdikan dirinya kepada Allah maka selama itu juga ia melaksanakan tanggung jawabnya sebagai abd. Ini mengandung arti bahwa manusia didalam hidup dan kehidupannya selalu harus beribadah kepada Allah swt. Karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. QS. Azzariyat 56: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.

    Meskipun manusia berstatus sebagai hamba, tapi manusia diberi kedudukan sebagai khalifah Allah dengan berbagai tingkat dan derajatnya, dalam hubungannya secara bertikal dengan Allah ataupun hubungan horizontal sejajar antar sesama manusia. Khalifah sebagai pengganti, ia diberi wewenang terbatas sesuai dengan potensi diri dan posisinya. Namun manusia harus faham bahwa wewenang itu pada dasarnya adalah tugas yang harus di emban dengan penuh tanggung jawab.

    Tugas khalifah dalam Al Qur’an biasa disebut imaratul ardh (memakmurkan bumi) dan ibadatullah (beribadah kepada Allah). Allah menciptakan manusia dari bumi ini dan menugaskan manusia untuk melakukan imarah dimuka bumi dengan mengelola dan memeliharanya. Karena manusia dalam melaksanakan tugas dan wewenang imarahnya sering melampaui batas, sering melanggar dan bahkan mengambil hak saudaranya, maka Allah meberikan solusi dengan cara bertaubat kepada-Nya.

    Imaratul ardh yang berarti mengelola dan memelihara bumi, tentu saja bukan sekedar membangun tanpa tujuan apalagi hanya untuk kepentingan diri sendiri. Tugas membangun justru merupakan sarana yang sangat mendasar untuk melaksanakan tugasnya yang inti dan utama yaitu ibadatullahin (beribadah kepada Allah). Lebih dari itu adalah sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang menjadi tujuan utama.

  8. NurLaila Hayati berkata:

    Kekhalifahan dapat di artikan kepemimpinan..Adapun arti tugas kekhalifahan yaitu tugas kepemimpinan, wakil allah di muka bumi , pengelola dan pemelihara alam. Kebebasan memilih, menentukan dan melahirkan kreatifitas yang dinamis adalah wewenang seorang khalifah. Kebebasan ini bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga tidak menjadikan nya bertindak sewenang wenang.
    Jadi kesimpulan nya, manusia sebagai khalifah adalah penyempurna nilai kemanusiaan sbgai makhluk yang memiliki kebebabasan berkreasi

  9. Manusia diberi hak hidup oleh Allah swt.tapi bukan untuk hidup semata, melainkan ia diciptakan oleh Allah untuk mengabdi kepada-Nya. Dalam rangka pengabdian inilah, manusia dibebani kewajiban/taklif yang sangat erat kaitannya dengan usaha dan kesungguhan manusia itu sendiri.

    Selanjutnya dalam kehidupan manusia selalu dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan satu dan yang lainnya. Oleh karena itu manusia dalam berikhtiar melaksanakan taklif, berkewajiban mengendalikan dan mengarahkan faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya, guna mencapai kebahagian yang hakiki yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

    Manusia atau yang biasa disebut oleh Allah dalam Al Qur’an dengan sebutan bani adam mempunyai kedudukan yang sangat mulia, bahkan mahluk Allah yang paling mulia diantara mahluk-makhluk Allah yang lain. Nilai lebih yang diberikan Allah ini merupakan pembeda manusia dengan ciptaan Allah yang lain. Namun “kemulian/ karamah” manusia ini ada nilai konsekuensi yang berat. Kenapa? Karena pada diri manusia terdapat nafsu yang tidak selamanya dapat diajak kompromi untuk menjalankan ketaatan kepada Allah swt.

    Nafsu inilah yang sering membuat manusia tidak konsisten pada nilai kemanusiaanya dan bahkan sering sekali menelantarkannya dalam kehinaan. Diantara pemberiaan Allah kepada manusia adalah diberikanya kemampuan fisik dan berfikir. dua kemampuan ini yang pada dasarnya akan menumbuhkan sumber daya manusia, sekaligus akan memacu manusia untuk mencapai kualitas terbaiknya, bila di barengi dengan kemauan untuk berusaha.

    Disisi lain meskipun memiliki nilai karamah/ kemuliaan, manusian dalam Al-Qur’an tetap sebagai abd/ hamba. seorang hamba berarti dia punya tanggung jawab yang melekat pada dirinya. Manusia dalam kapasitasnya sebagai hamba Allah dia mendapatkan tanggung jawab (taklif) yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan kemampuannya.

    Sejauahmana manusia mampu memenuhi taklif, sejauh itu pula ia mempertahankan nilai kemuliaanya/ karamahnya. Sejauhmana manusia mengabdikan dirinya kepada Allah maka selama itu juga ia melaksanakan tanggung jawabnya sebagai abd. Ini mengandung arti bahwa manusia didalam hidup dan kehidupannya selalu harus beribadah kepada Allah swt. Karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. QS. Azzariyat 56: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.

    Meskipun manusia berstatus sebagai hamba, tapi manusia diberi kedudukan sebagai khalifah Allah dengan berbagai tingkat dan derajatnya, dalam hubungannya secara bertikal dengan Allah ataupun hubungan horizontal sejajar antar sesama manusia. Khalifah sebagai pengganti, ia diberi wewenang terbatas sesuai dengan potensi diri dan posisinya. Namun manusia harus faham bahwa wewenang itu pada dasarnya adalah tugas yang harus di emban dengan penuh tanggung jawab.

    Tugas khalifah dalam Al Qur’an biasa disebut imaratul ardh (memakmurkan bumi) dan ibadatullah (beribadah kepada Allah). Allah menciptakan manusia dari bumi ini dan menugaskan manusia untuk melakukan imarah dimuka bumi dengan mengelola dan memeliharanya. Karena manusia dalam melaksanakan tugas dan wewenang imarahnya sering melampaui batas, sering melanggar dan bahkan mengambil hak saudaranya, maka Allah meberikan solusi dengan cara bertaubat kepada-Nya.

    Imaratul ardh yang berarti mengelola dan memelihara bumi, tentu saja bukan sekedar membangun tanpa tujuan apalagi hanya untuk kepentingan diri sendiri. Tugas membangun justru merupakan sarana yang sangat mendasar untuk melaksanakan tugasnya yang inti dan utama yaitu ibadatullahin (beribadah kepada Allah). Lebih dari itu adalah sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang menjadi tujuan utama.

  10. Imam Zamrozi 17 berkata:

    Proses penciptaan manusia di uraikan mulai unsur awal, proses perkembangan dan pertumbuhannya di dalam rahim, sehingga menjadi makhluk sempurna yang seutuhnya dan lahir menjadi seorang anak manusia.

  11. Lukmanul Hakim berkata:

    Jadi manusia itu di ciptakan di muka bumi ini sejatinya ialah sebagai Abdullah dan menjadi Khalifah,yang harus taat terhadap Penciptanya, patuh dngan sgala perintahnya dan meninggalkan segala laranganya.
    Dan juga sebagian manusia ditugaskan untuk menjadi khalifah atau pemimpin, yang dimana menjadi pemimpin yang amanah,jujur dan dapat di percaya.
    Manusiapun hidup didunia mempunyai landasan yang erat dan tidak sembarang mengambil rujukan yaitu ilmu tauhid, ilmu yang membahas tentang ‘Abdul dan sang khalik-Nya(Allah SWT),Yang dimana manusia wajib mengetahui sifat-sifat allah.
    Ada kata wajib, berarti manusia yang ada di alam semesta ini harus memplajari yang namanya ilmu Tauhid.
    Sekian kesimpulan yang dapat saya uraikan dari pembahasan di atas
    Terima kasih

    By : Lukman Al hakim

  12. GUNAWAN / NPM:2019 210 030 / Semester 1 kelas khusus berkata:

    Manusia Sebagai Khalifah dan Abdullah
    yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan pemelihara alam.
    dan sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikinya tidak menjadikannya bertindak sewenang-wenang.

  13. Eka setiawan berkata:

    1 sama 2 jadi satu
    Jawap
    Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mukminuun, 23 : 14)

    ‘Alaqah adalah embrio yang berumur 24-25 hari, kemudian berubah menjadi mudghah (26-27 hari). Selanjutnya menjadi tulang (idzam), yaitu cikal tulang rangka yang berbentuk dalam mudzghah (25-40 hari) berubah menjadi tulang rawan, setelah itu embrio berada dalam stadium tulang. Dalam stadium ini berbagai organ benda dalam posisi baru yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang/rangka.

    Setelah itu embrio masuk ke dalam stadium dibungkus daging (fakasaunal idzama lahma), artinya setelah tulang dibentuk lalu diikuti oleh pembentukan daging yang meliputi tulang tersebut. Pada minggu ke 8 embrio menjadi fetus membentuk otot-otot. Dalam minggu ke 12 terjadi assifikasi pada pusat pertulangan. Anggota badan berdifferensiasi dan terbentuk kuku pada jari kaki dan tangan. Masing-masing organ juga mengalami pertumbuhan bersama dengan pertumbuhan badan.

    Tubuh memiliki daya yang bersifat fisik, seperti mendengar, melihat, mencium, merasakan, serta memiliki daya gerak. Daya pikir melahirkan logika yang dikembangkan dan dipertajam dengan cara mengembangkan pemahaman terhadap fenomena alam melalui proses berpikir (tafakur). Dengan daya ini manusia dapat menyusun konsep dan teori. Akal atau daya pikir berfungsi pula sebagai filter, menyeleksi secara nalar tentang baik dan buruk.

    Akal digunakan untuk meneliti dan menghayati alam semesta untuk memperoleh pengetahuan dalam rangka memenuhi hasrat dan kesejahteraan hidupnya. Sedangkan rasa dipertajam melalui ibadah, menghadapkan kepada Allah dan menyucikann diri melalui proses ritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Suci. Rasa etis sering juga disebut sebagai rasa agama atau rasa berketuhanan yang secara potensial dimiliki setiap manusia. Rasa yang memiliki kecenderungan beragama diungkapkan dalam firman Allah :“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah)”. (QS. Al-A’raf, 7 : 172)

  14. Muhammad fahmi berkata:

    Nama :Muhammad fahmi
    NPM :2019210046
    KELAS :SEMESTER 1 REG

    Pemahaman:

  15. Eka setiawan berkata:

    3. Manusia Sebagai Khalifah dan Abdullah

    Tugas besar yang dipikul manusia di muka bumi disebut tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan pemelihara alam. Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan sehingga dengan kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Karena itu, kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikinya tidak menjadikannya bertindak sewenang-wenang.

    Ia hamba Allah yang hanya tunduk dan taat kepada Allah dan kebenaran tidak pada yang lain. Di samping peran manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan, sekaligus pula sebagai hamba Allah (abdullah). Seorang hamba berarti orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah. Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi ketentuan yang telah digariskan dari yang diwakilinya. Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakilinya adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggung jawaban atas penggunaan kewenangannya dihadapan yang diwakilinya, sesuai firman Allah :

  16. Sularni no npm 2019 210 028 berkata:

    Sebagai khalifah manusia di beri kewenangan sehingga melahirkan kreatifitas yg dinamis selain itu dia harus tunduk dan taat kepada allah dan kebenaran tidak pada yang lain.

  17. ENI ANGGRAINI berkata:

    Manusia di ciptakan oleh allah sebagai khalifah dan abdullah di muka bumi, dimana tugas seorang khalifah ialah menjaga serta menjadi wakil allah di muka bumi.

    Allah memberi kebebasan tetapi juga memberi batasan kepada manusia agar tidak bertindak sewenang-wenang dengan kebebasan yg dimilikinya, yaitu dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

    Dan sebaliknya, Jika manusia Menjalankan larangannya dan meninggalkan perintahnya maka manusia itu akan meluncur ke tempat yg paling rendah yaitu neraka.

    NPM : 2019210013

  18. Muhammad musoif berkata:

    Kholifah adalah orang yang mendapat amanah untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi ini.

  19. Dwi miftahudin berkata:

    Saya sependapat buk dengan materinya intinya manusia diutus menjadi khalifah dibumi harus sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak menyimpang dengan hukum syari’at ..

  20. YULIYA LESTARI / 2019210001 / 1B berkata:

    Manusia sebagai khalifah di bumi , di tuntut allah swt agar selalu melakukan kebaikan dan selalu mendekatkan diri kepada allah swt

  21. DIKI WAHYUDI berkata:

    Nama : Diki wahyudi
    Kelas : Reguler 1
    Npm : 2019 210 041

    Dari kesimpulan di atas yang saya baca dan pahami, yaitu manusia memiliki tugas besar yang di pikul di muka bumi. Manusia sebagai khalifah , yaitu orang yang menggantikan antar generasi dan yg lainya, u/ menciptakan kebaikan kebaikan, dan tidak boleh bertindak sewenang wenangya. ketika manusia melewati dari jalur tugas dan tanggung jawab sbg khalifah maka allah akan memberikan tempat yang serendah rendahnya ( neraka ) . Dengan demikian, manusia sbg khalifah dan hamba allah harus selalu menampilkan kebaikan”an untuk menyempurnakan nilai kebaikan ber ibadah maupun nilai kebaikan sosial.

  22. Vina Dwi julianti berkata:

    Manusia diciptakan dengan dua fungsi, yang keduanya harus dapat terlaksana dengan baik, tanpa ada salah satu yang terlupakan. Fungsi pertama adalah sebagai ‘Abdullah (sebagai hamba Allah), dan sebagai khalifatullah. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, maka ia harus selalu patuh dan taat atas segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya maka manusia harus menuruti kemauan Allah, yang tidak boleh membangkang kepada-Nya. Dalam hal ini, manusia mempunyai dua tugas yaitu: pertama ia harus beribadah kepada Allah baik dalam contoh sempit (shalat, puasa, haji, dsb.) maupun luas (melaksanakan semua aktifitas baik dalam hubungan secara pemahaman kepada Allah SWT maupun bermuamalah dengan sesama manusia untuk memperoleh keridhaan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Hadist.

    NPM: 2019 210 005

  23. YULIYA LESTARI / 2019210001 / 1B berkata:

    Manusia sebagai khalifah di bumi , dan hamba allah merupakan kesatuan dalam menyempurnakan nilai kemanusiaannya. Dan di tuntut untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab dan selalu mendekatkan diri kepada allah swt .

  24. Winda nur aulia berkata:

    Dialah Allah SWT yang telah menjadikan kalian generasi-generasi dan umat-umat yang meneruskan setiap umat sebelumnya, yaitu pengganti bagi orang sebelum kalian dalam bertahan hidup dan mengambil manfaat dari kebaikan-kebaikan bumi. Barangsiapa mengingkari keesaan Allah dan tidak mensyukuri nikmatNya, maka baginya itu kemudharatan dan konsekwensi kekufurannya. Kekufuran mereka tidak menambahi apapun di sisi Allah, Tuhan mereka kecuali kemarahan dan kebencian yang sangat dahsyat. Tidak pula kekufuran itu menambahi sesuatu kecuali kehancuran dan kerugian di

    Referensi: https://tafsirweb.com/7905-surat-fatir-ayat-39.html

  25. Diah novitasari berkata:

    Npm:2019 210 032
    Kelas:reguler (semeter 1)

    Manusia dimuka bumi mempunyai tanggung jawab masing-masing diantaranya dengan kedudukan sebagai Abdullah dan Khalifatullah. Sebagai Abdullah kedudukan manusia Sebagai hamba Allah, manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang kecil dan tak memiliki kekuasaan. Tugas Abdullah hanya Menyembah Allah Swt dengan arti sempit mengerjakan salat, puasa, zakat dll.Khalifah kedudukan dimuka bumi sangatlah besar tanggungjawabnya sangat besar. Sebagai khalifah, harus menyebarkan kebaikan, menegakkan kebenaran,menegakkan keadilan dll.

  26. Lusi Ariyana / 1 B / 2019210015 berkata:

    Dijlskan dlm QS.fatir 35:39
    Adalah tntng bagaimana cara menjadi pemimpin
    Yg sebenarnya sudah ditata dan diatur oleh Allah cara menjadi Khalifah yg baik benar serta adil di muka bumi ini
    Allah pun berfirman bahwasanya manusia yg telah menjadi Khalifah di bumi agar tetap tunduk dan ttp menyembah Allah sebagai dzat yg maha merajai..
    Kita sbgai hamba-Nya yg telah terpilih sebagai sosok kahlifah harus ttp mengingat tanggung jawab serta dpt dipercaya ..
    Ttp merendah dihadapan Allah SWT sebagai pengatur hambanya yg menjadi kan seorang Khalifah..

  27. Eka rahmawati berkata:

    Nama: Eka rahmawati
    Nmp : 2019 21 0002

    Allah menjadikan manusia sebagai khalifah wakil allah di muka bumi yang dapat mengatur & mengelola bumi dan menjadi pemimpin yang bijaksana dan memiliki kebebasan yang bertumpu pada landasan tauhidullah.
    Manusia adalah hamba yang patuh, tunduk & taat kepada allah dan bagi siapa yang menolak kebenaran (kafir) akan allah masukkan ke dalam neraka

  28. Eka rahmawati berkata:

    Nama: Eka rahmawati
    Nmp : 2019 21 0002

    Allah menjadikan manusia sebagai khalifah wakil allah di muka bumi yang dapat mengatur & mengelola bumi dan menjadi pemimpin yang bijaksana dan memiliki kebebasan yang bertumpu pada landasan tauhidullah.
    Manusia adalah hamba yang patuh, tunduk & taat kepada allah dan bagi siapa yang menolak kebenaran (kafir) akan allah masukkan ke dalam neraka.

  29. IKA AYU KUSUMA WARDANI berkata:

    Manusia diciptakan oleh Allah swt sebagai khalifah sebagai pemimpin pengelola dan pemelihara alam yang mana mengarahkan agar lebih dekat dan patuh kepada sang pencipta dengan menaati perintah dan menjauhi larangan Nya
    Akal yang diberikan oleh Allah diperuntukkan untuk menebar kebaikan dimuka bumi bukan malah sebaliknya
    Sebagai contoh teladan bagi makhluk makhluk lainnya
    Sekian .

    NPM : 2019 210 042

  30. Irma Aristia berkata:

    Nama :Irma Aristia
    Kelas :Semester 1 Reg
    NPM :2019 210 026

    Yang saya pahami tentang materi tersebut ialah selain sebagai Abdullah (Hamba Allah) yang taat, tunduk dan patuh kepadanya, manusia juga berperan sebagai kholifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan dimana kebebasan itu bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikinya tidak bertindak sewenang wenang.
    Dua peran yang dipegang manusia tersebut merupakan kepaduan tugas dan tanggung jawab yang selalu berpihak kepada nilai nilai kebenaran.
    Dan apabila keduanya tidak berkeseimbangan maka akan menyebabkan manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah sesuai firman Allah (QS. Ath-Thin 95:4).

  31. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    NAMA: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM: 2019 210 045

    A. Kesimpulan dari manusia sebagai Khalifah adalah Allah memberikan satu perintah kepada hambanya untuk menjaga bumi,Langi dan mahluk hidup , ia juga di beri wewenang untuk memberikan kreativitasan terhadap pengikutnya.

    B. Abdulla adalah hamba yang di utus Allah yang sangat patuh terhadap perintah Allah Abdulla juga di beri batasan untuk berwenang,ketika ia melanggar peraturan maka ia akan di rendahkan derajatnya serendah rendahnya ia juga menjadi orang yang amat kafir.

  32. Irma Aristia berkata:

    Nama :Irma Aristia
    Kelas :Semester 1 Reg
    NPM :2019 210 026

    Yang saya pahami tentang materi tersebut ialah selain sebagai Abdullah (Hamba Allah) yang taat, tunduk dan patuh kepadanya, manusia juga berperan sebagai kholifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan dimana kebebasan itu bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikinya tidak bertindak sewenang wenang.
    Dua peran yang dipegang manusia tersebut merupakan kepaduan tugas dan tanggung jawab yang selalu berpihak kepada nilai nilai kebenaran.
    Dan apabila keduanya tidak berkeseimbangan maka akan menyebabkan manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah sesuai firman Allah.

  33. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    NAMA: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM: 2019 210 045

    A. Kesimpulan dari manusia sebagai Khalifah iyalah manusia di berikan amanah untuk menjaga seluruh isi alam semesta dengan baik

  34. Vella ayu putri berkata:

    Assalamualaikum ibu,
    Saya dari kls: semester 1 reguler
    Npm : 2019210019
    Komentar saya mengenai manusia sebagai Khalifah dan Abdullah, adalah sebagai berikut
    Tugas besar yg dipikul manusia dimuka bumi disebut kekhalifahan (memimpin) seorang pemimpin bisa dikatakan amanah apabila ia adalah sosok pemimpin yang patuh dan paham akan ilmu tauhid, sehingga ia patuh akan segala perintah Allah SWT dan takut apabila ingin melakukan hal yang dilarang olehnya (Allah SWT) karna ia benar benar tau bahwasanya firman Allah mengenai pedihnya siksa neraka bagi pemimpin yang sewenang-wenang itu nyata adanya, sehingga membuat ia menjadi sosok pemimpin yang amanah,
    Sekian

  35. Dito Hermansyah berkata:

    Jika hamba allah masih banyak yang tidak mengetahui wawasan ini,ilmu agama ini,hukumnya wajib atau sunah ya,

  36. Dito Hermansyah berkata:

    Nama: Dito Hermansyah
    NPM:2019 210 045
    Kelas reguler,semester 1

  37. Andi kurniawan berkata:

    NAMA:ANDI KURNIAWAN
    KELAS :SEMESTER 1 REG
    NPM:2019 210 041

    PEMAHAMAN:Manusia wajib menjalankan fungsinya yang mulia, yaitu sebagai abdullah dan khalifatullah. Sebagai abdullah, manusia dituntut beribadah kepada Allah. Sebagai khlaifatullah, manusia dituntut untuk memperlakukan bumi dan sisinya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban Islam.

  38. Imam Zamrozi 17 berkata:

    Allah SWT yang telah menjadikan manusia sebagai generasi-generasi dan umat-umat yang meneruskan umat sebelumnya, dalam artian pengganti bagi orang sebelum kalian dalam bertahan hidup dan mengambil manfaat dari kebaikan-kebaikan bumi. Barangsiapa mengingkari ke Esa an-Nya dan tidak mensyukuri berbagai macam nikmat-Nya, maka baginya ialah kemudharatan dan konsekwensi kekufuran. Kekufuran mereka tidak menambahi apapun di sisi Allah, Tuhan mereka kecuali kemarahan dan kebencian yang sangat dahsyat. Tidak pula kekufuran itu menambahi sesuatu kecuali kehancuran dan kerugian, bertaqwalah kepada-Nya agar hidup menjadi berkah.
    Amiiin…

    Nb : (Maaf buk barusan bisa balas jawaban sekarang, dikarnakan ada acara latihan gladi bersih dan ini barusan selesai🙏🙏🙏)
    Semoga ibuk bisa memaklumi, terimakasih ibu ku yang baik hatinya (Bunda Rin)😇😇😇

  39. Lukman berkata:

    Manusia dimuka bumi mempunyai tanggung jawab masing-masing diantaranya dengan kedudukan sebagai Abdullah dan Khalifah. Nilai-nilai manusia sebagai Abdullah adalah melakukan ibadah kepada Allah baik dilakukan secara khusus maupun secara umum, sedangkan nilai-nilai manusia sebagai khalifah adalah seseorang mampu memakmurkan bumi dan segala isinya serta memberi manfaat bagi umat manusia.
    Sebagai hamba Allah, manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang kecil dan tak memiliki kekuasaan. Tugas Abdullah hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya.Menyembah Allah Swt dengan arti sempit mengerjakan salat, puasa, zakat dll. Sebagai khalifah, manusia jg diberi tangung jawab terhadap alam dan umat.

  40. Bambang dwi wijayanto berkata:

    Manusia tak mampu mengungkapkan hakekatnya ,manusi bisa berdiri sendiri dg netral namun manusia juga perlu bantuan orang lain ( upaya yg di lakukan yaitu memahami firman. Allah . Yg isi tentang hakekat manusia

  41. Lukman berkata:

    Nama; Lukman bimantoro
    Kelas; semester 1 reg
    Npm. ;2019210007

    Pemahaman:
    Manusia diciptakan dengan dua fungsi, yang keduanya harus dapat terlaksana dengan baik, tanpa ada salah satu yang terlupakan. Fungsi pertama adalah sebagai ‘Abdullah (sebagai hamba Allah), dan sebagai khalifatullah.
    Nilai-nilai manusia sebagai Abdullah adalah melakukan ibadah kepada Allah baik dilakukan secara khusus maupun secara umum, sedangkan nilai-nilai manusia sebagai khalifah adalah seseorang mampu memakmurkan bumi dan segala isinya serta memberi manfaat bagi umat manusia.
    Manusia dimuka bumi mempunyai tanggung jawab masing-masing diantaranya dengan kedudukan sebagai Abdullah dan Khalifatullah.

  42. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    NAMA: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM: 2019 210 045

    Kesimpulan adalah Allah memberikan gelar kepada hambanya dengan sebutan Khalifah (pemimpin) dan Allah memberikan amanah kepada Khalifah untuk menjaga bumi, langit dan mahluk hidup.
    Sebagai manusia ia juga di beri utusan untuk menjadi pemimpin yang adil jujur dan bijaksana.
    Khalifah juga di berikan kebebasan dalam memberikan ide ide yang mencerminkan taqwa terhadap penciptanya .

  43. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    Nama: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM:2019 210 045

    Allah memberikan gelar ke pada hambanya dengan sebutan Khalifah (pemimpin) dan Allah memberikan amanah kepada Khalifah menjaga bumi, langit dan mahluk hidup.
    Sebagai Khalifah yang ada di bumi iya di berikan utusan manjadi pemimpin yang adil jujur dan bijaksana.
    Dia di berikan kebebasan dalam memberikan ide yang mencerminkan taqwa kepada penciptanya.

  44. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    NAMA: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM: 2019 210 045

    Allah memberikan gelar kepada hambanya dengan sebutan Khalifah dan Allah memberikan amanah kepada Khalifah untuk menjaga bumi,langit dan mahluk hidup.
    Sebagai Khalifah yang ada di bumi iya di berikan utusan untuk menjadi pemimpin yang adil,jujur dan bijaksana.
    Dia di berikan kebebasan dalam memberikan ide yang mencerminkan taqwa kepada penciptanya.

  45. Tri utami berkata:

    Npm; 2019210023
    Kls. ; semester 1 reg

    Jadi, manusia sbg khalifah dan hamba allah mempunyai tugas besar yaitu, memimpin, wakil allah, mengelola dan memelihara alam semesta. Seorang hamba allah berarti orang yg taat dan patuh terhadap perintah allah. Jika ia melanggar maka ia juga dimintai pertanggung jawaban. Disamping dua sisi tugas dan tanggung jawab hamba allah memiliki kodrat yg menempatkan posisinya pada keterbatasan

  46. Tri utami berkata:

    Npm; 2019210023
    Kls. ; semester 1 reg

    Jadi, manusia sbg khalifah dan hamba allah mempunyai tugas besar yaitu, memimpin, wakil allah, mengelola dan memelihara alam semesta. Seorang hamba allah berarti orang yg taat dan patuh terhadap perintah allah. Jika ia melanggar maka ia juga dimintai pertanggung jawaban.

  47. ARIF KHOIR JULINDRA berkata:

    NAMA: ARIF KHOIR JULINDRA
    KELAS: REGULER 1
    NPM: 2019 210 045

    Allah memberikan gelar kepada hambanya dengan sebutan Khalifah dan Allah memberikan amanah kepada Khalifah untuk menjaga bumi, langitt dan mahluk hidup.
    Sebagai Khalifah yang ada di bumi iya di berikan utusan menjadi pemimpin yang adil jujur dan bijaksana.
    Dia diberikan kebebasan dalam memberikan ide yang mencerminkan taqwa kepada penciptanya.

  48. PARWOTO berkata:

    Pada zaman khalifahUmar yang harusnya jadi contoh jaman sekarang sebagai pemimpin karena manusia tercipta dengan keunggulan potensinya masing masing dibanding dengan mahluk lain, dalam ilmu mantiq disebut manusia adalah binatang yang berakal artinya pada dasarnya manusia memiliki kesamaan dengan binatang yang memiliki insting dan nafsuhanya saja dengan hati dan akal dia mampu membangun peradaban unggul degan kemajuan teknologi yang hebat, belum lagi dengan kemampuan hatinya yang mampu menembus batas kelihaian yang bisa mencapai puncak sebagai insan, sebagai mahluk ciptaan Allah Swt maka manusia wajib menyembah kepada sang pencipta yaitu Allah Swt.

    Nama : PARWOTO
    NPM : 2019210031
    Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam

  49. Irma Aristia berkata:

    Nama :Irma Aristia
    Kelas :Semester 1 Reg
    NPM :2019 210 026

    Yang saya pahami tentang materi tersebut ialah selain sebagai Abdullah(Hamba Allah) yang tunduk dan patuh kepadanya, manusia juga berperan sebagai khalifah Allah dimuka bumi yang memiliki kebebasan yang dimana kebebasan itu bertumpu pada tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikinya tidak bertindak sewenang wenang.
    Dua peran yang dipegang manusia tersebut merupakan kepaduan tugas dan tanggung jawab yang selalu berpihak kepada nilai nilai kebenaran.
    Dan apabila keduanya tidak berkeseimbangan maka akan menyebabkan manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah sesuai firman Allah QS. Ath-Thin, 95:4.

  50. Ridho esa alamsyah berkata:

    2019-21-0021
    Kelas : leguler semester 1

  51. DAVID LUHUR PAMBUDI berkata:

    Npm : 2019 210 004
    Kelas : reg semester 1

    Yang saya fahami dari materi tersebut antara lain:
    Allah memberikan gelar krpada hsmbanya dengan sebutan khalifah (pemimpin). Dan Allah memberikan amanah kepada khalifah untuk menjaga bumi seisinya.
    Sebagai khalifah yang ada dibumi ia diberi utusan untuk menjadi pemimpin yang adil,jujur serta bijaksana. Dia diberikan kebebasan dalam memberikan ide gagasan yg mencerminkan taqwa kepada sang pencipta.

  52. Ardian Saputra, 2019 210 045, kls 1b berkata:

    Khalifah adalah manusia utusan Allah yg keseharian menyiarkan agama islam

  53. ARI TRI PRASETYO berkata:

    NPM:2019210009
    KELAS:SEMESTER 1 REG

    “MANUSIA SEBAGAI KHALIFA DAN ABDULLAH”

    Tugas besar yang dipikul manusia di muka bumi disebut tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan pemelihara alam. Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan sehingga dengan kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis.
    jawaban atas penggunaan kewenangannya dihadapan yang diwakilinya, sesuai firman Allah :

    Artinya :

    “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS. Fathir, 35 : 39)

  54. HERI PERDANA berkata:

    Tugas besar yang dipikul manusia di muka bumi disebut tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, pengelola dan Ia hamba Allah yang hanya tunduk dan taat kepada Allah dan kebenaran tidak pada yang lain. Di samping peran manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan, sekaligus pula sebagai hamba Allah (abdullah). Seorang hamba berarti orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah. Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi ketentuan Artinya :

    “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS. telah digariskan dari yang diwakilinya alamMakna esensial dari kata ‘abd (hamba) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Semua itu hanya layak diberikan kepada Allah. Makna esensial dari kata ‘abd (hamba) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Semua itu hanya layak diberikan kepada Allah.

  55. Heri Setiabudi berkata:

    peran manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan, sekaligus pula sebagai hamba Allah (abdullah). Seorang hamba berarti orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah. Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi ketentuan yang telah digariskan dari yang diwakilinya. Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakilinya adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggung jawaban atas penggunaan kewenangannya dihadapan yang diwakilinya

  56. Fauzan Basyir berkata:

    Manusia atau yang biasa disebut oleh Allah dalam Al Qur’an dengan sebutan bani adam mempunyai kedudukan yang sangat mulia, bahkan mahluk Allah yang paling mulia diantara mahluk-makhluk Allah yang lain. Nilai lebih yang diberikan Allah ini merupakan pembeda manusia dengan ciptaan Allah yang lain. Namun “kemulian/ karamah” manusia ini ada nilai konsekuensi yang berat. Kenapa? Karena pada diri manusia terdapat nafsu yang tidak selamanya dapat diajak kompromi untuk menjalankan ketaatan kepada Allah swt.

    Nafsu inilah yang sering membuat manusia tidak konsisten pada nilai kemanusiaanya dan bahkan sering sekali menelantarkannya dalam kehinaan. Diantara pemberiaan Allah kepada manusia adalah diberikanya kemampuan fisik dan berfikir. dua kemampuan ini yang pada dasarnya akan menumbuhkan sumber daya manusia, sekaligus akan memacu manusia untuk mencapai kualitas terbaiknya, bila di barengi dengan kemauan untuk berusaha.

    Disisi lain meskipun memiliki nilai karamah/ kemuliaan, manusian dalam Al-Qur’an tetap sebagai abd/ hamba. seorang hamba berarti dia punya tanggung jawab yang melekat pada dirinya. Manusia dalam kapasitasnya sebagai hamba Allah dia mendapatkan tanggung jawab (taklif) yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan kemampuannya.

    Sejauahmana manusia mampu memenuhi taklif, sejauh itu pula ia mempertahankan nilai kemuliaanya/ karamahnya. Sejauhmana manusia mengabdikan dirinya kepada Allah maka selama itu juga ia melaksanakan tanggung jawabnya sebagai abd. Ini mengandung arti bahwa manusia didalam hidup dan kehidupannya selalu harus beribadah kepada Allah swt. Karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. QS. Azzariyat 56: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.

    Meskipun manusia berstatus sebagai hamba, tapi manusia diberi kedudukan sebagai khalifah Allah dengan berbagai tingkat dan derajatnya, dalam hubungannya secara bertikal dengan Allah ataupun hubungan horizontal sejajar antar sesama manusia. Khalifah sebagai pengganti, ia diberi wewenang terbatas sesuai dengan potensi diri dan posisinya. Namun manusia harus faham bahwa wewenang itu pada dasarnya adalah tugas yang harus di emban dengan penuh tanggung jawab.

    Tugas khalifah dalam Al Qur’an biasa disebut imaratul ardh (memakmurkan bumi) dan ibadatullah (beribadah kepada Allah). Allah menciptakan manusia dari bumi ini dan menugaskan manusia untuk melakukan imarah dimuka bumi dengan mengelola dan memeliharanya. Karena manusia dalam melaksanakan tugas dan wewenang imarahnya sering melampaui batas, sering melanggar dan bahkan mengambil hak saudaranya, maka Allah meberikan solusi dengan cara bertaubat kepada-Nya.

    Imaratul ardh yang berarti mengelola dan memelihara bumi, tentu saja bukan sekedar membangun tanpa tujuan apalagi hanya untuk kepentingan diri sendiri. Tugas membangun justru merupakan sarana yang sangat mendasar untuk melaksanakan tugasnya yang inti dan utama yaitu ibadatullahin (beribadah kepada Allah). Lebih dari itu adalah sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang menjadi tujuan utama.

  57. admin berkata:

    Wajib.
    Artinya Hamba Allah wajib untuk mempelajari ilmu-ilmu Allah yang tujuannya adalah agar dapat menemukan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, untuk kemaslahatan umat dan alam semesta, menambah keimanan dan kebaikan lainnya, amkanya dalam al-qur’an maupun hadits banyak yang membahas bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib..Ok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *