Cantoh Penulisan BAB III Tesis

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  • Jenis dan Objek Penelitian
    • Jenis Penelitian

 

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan deskriptif. Menurut Sugiyono (2014:13) pengertian penelitian kuantitatif adalah:

“Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data dan bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”

 

 

Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan dari setiap penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan analisis data, yaitu metode analisis deskriptif. Yang dimaksud dengan metode analisis deskriptif menurut Sugiyono (2012:147) adalah:

“Metode analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.”

 

48

Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Kemudian mengangkat ke permukaaan karakter atau gambaran tentang kondisi, situasi ataupun variabel tersebut.

Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh bukti empirik, menguji pengaruh fasilitas kerja dan insentif terhadap kinerja pegawai dan menjelaskan hasil pengaruh tersebut dalam bentuk deskriptif.

 

  • Objek Penelitian
  1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini diadakan di Perguruan Tinggi X yang berlokasi berpusat di daerah kota yang merupakan basis Pendidikan  di Lampung Timur berperan menyelenggarakan sebagian peranan penting dalam menyelenggarakan kegiataan pendidikan. Sedangkan objek penelitian yaitu Pegawai di Perguruan Tinggi X yang berjumlah 20 orang.

Yayasan  Bhima Sakti Way Jepara sebagai penyelenggaraan  Perguruan Tinggi X adalah memiliki badan  hukum dengan akta  pendirian No.3 tanggal 9 september 1985 Notaris Tanggal 10  September 1985. Saat ini, Yayasan Bhima Sakti telah terdaftar di dephumkam RI. Status Progam Studi Manajemen Perguruan Tinggi X adalah telah memperoleh AKREDITASI “ B ” dari BAN-PT sejak bulan Juni 2017.

 

 

 

 

 

  1. VISI dan MISI Perguruan Tinggi X
  • Visi

Terwujudnya Lembaga Pendidikan Tinggi  Sebagai  Wahana Ilmu Pengetahuan dan Acuan Pengembangan Ekonomi.

  • Misi

Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan mampu menghasilkan  lulusan yang berkomentasi  serta memiliki  daya saing  dibidang ekonomi, Mewujudkan Perguruan Tinggi X  terakreditasi tinggi  meningkatkan suasana akademik yang menunjang  kegiatan  Tri Dharma Perguruan tinggi untuk  mengembangkan  ilmu pengetahuan  di bidang ekonomi.

  • Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
  1. Populasi

Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal, atau orang yang memiliki karakteristik serupa yang menjadi pusat perhatian peneliti, karenanya dipandang sebagai semesta penelitian Ferdinand (2010:146). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Perguruan Tinggi X yang berjumlah 20 orang.

  1. Sampel

Sampel merupakan subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota populasi Ferdinand (2010: 148). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Perguruan Tinggi X yang berjumlah 20 orang. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Arikunto (2010:104) yaitu “ Penelitian populasi hanya dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya tidak terlalu banyak”, apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitian ini adalah penelitian populasi.

  1. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam proses pengambilan sampel, mengingat bahwa populasi adalah  seluruh Pegawai Perguruan Tinggi X yang berjumlah 20 orang, yang memungkinkan untuk diambil secara keseluruhan oleh peneliti, dan juga hal ini akan mendukung dalam meningkatkan kehandalan hasil penelitian, maka teknik yang digunakan adalah sampling jenuh dengan keseluruhan pegawai dijadikan sebagai sampel.

Hal ini sesuai dengan pendapat Nasution (2020:100) yang mengatakan bahwa: “Sampling jenuh adalah teknik penentu sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”.

 

  • Variabel Operasional
    • Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel-variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Definisi dari masing-masing variabel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Variabel Independen

Variabel independen ini sering disebut juga sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut juga sebagai variabel bebas. Menurut Sugiyono (2012:39):

“Variabel independen atau bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau terikat.”

Variabel independen pada penelitian ini adalah Fasilitas kerja sebagai X1, dan Insentif sebagai X2, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Fasilita Kerja Menurut Darajat (2014: 6),“Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai suatu tujuan”.  Indikator Fasilitas Kerja yang digunakan adalah menurut Faisal (2005 : 22)

  1. Komputer dan Meja Kantor
  2. Parkiran
  3. Bangunan Kantor
  4. Transportasi
  5. Pelatihan

 

Insentif Menurut Hasibuan Melayu (2013:118) menyatakan pengertian  insentif adalah sebagai berikut: “Insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya diatas prestasi standar. Upah  insetif ini merupakan alat yang dipergunakan pendukung prinsip adil dalam pemberian kompensasi. Indikator yang digunakan menurut Hasibuan (2008 : 94)

  1. Kinerja
  2. Lama Bekerja
  3. Senioritas
  4. Kebutuhan
  5. Keadilan dan Kelayakan
  6. Evaluasi Jabatan
  7. Variabel Dependen

 

Variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut juga sebagai variabel terikat. Menurut Sugiyono (2012:40):

“Variabel dependen atau terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, kerana adanya variabel independen atau terikat.”

Maka dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen atau terikat adalah Kinerja Pegawai. Kinerja Pegawai adalah Simamora, 2006:34). kinerja pegawai merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang dapat dilihat secara nyata dengan standarkerja yang telah ditetapkan organisasi.

Indikator yang digunakan (Mathis dan Jacson (2006 ;378)

  1. Kuantitas
  2. Kualitas
  3. Ketepatan Waktu
  4. Efektivitas
  5. Kehadiran

 

Operasionalisasi variabel adalah suatu cara untuk mengukur suatu konsep yang dalam hal ini terdapat variabel-variabel yang langsung mempengaruhi dan dipengaruhi, yaitu variabel yang dapat menyebabkan masalah-masalah terjadi atau variabel yang situasi dan kondisi tergantung variabel lain. Sesuai dengan judul penelitian mengenai pengaruh Fasilitas Kerja dan Insentif terhadap Kinerja Pegawai maka variable dan indikator penelitian yang terkait dalam penelitian ini adalah:

 

Tabel 3.1 Indikator dan Kisi – kisi penelitian

No Variabel Indikator No.Item

Pernyataan

Skala Pengukuran
1 Fasilitas Kerja (X1) 1.     Komputer dan Meja Kantor

2.     Parkiran

3.     Bangunan Kantor

4.     Transportasi

5.     Pelatihan

1 – 2

3 – 4

5 – 6

7 – 8

9 – 10

Likert
2 Insentif (X2) 1.    Kinerja, diberikan bergantung pada banyak sedikitnya hasil yang telah dicapai dalam waktu kerja pegawai.

2.    Lama Kerja. atas dasar lamanya pegawai menyelesaikan pekerjaan. Cara perhitungannya dapat menggunakan per jam, per hari, per minggu ataupun per bulan.

3.    Senioritas, didasarkan pada masa kerja atau senioritas pegawai yang bersangkutan dalam suatu organisasi.

4.    Kebutuhan, didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan hidup yang layak dari pegawai.

5.    Keadilan dan Kelayakan, harus adil dan juga layak bagi pegawai berdasarkan pengorbanan kerja yang telah mereka lakukan.

6.    Evaluasi Jabatan
Nilai atau rangking dalam suatu jabatan juga menjadi indikator dalam pemberian  insentif

1 – 2

 

 

 

3 – 4

 

 

 

 

 

4        – 6

 

 

 

7

 

 

8-9

 

 

 

10

 

 

Likert
3 Kinerja Pegawai

( Y )

1.    Kuantitas

2.    Kualitas

3.    Ketepatan Waktu

4.    Efektivitas

5.    Kehadiran

1 – 2

3 – 4

5 – 6

7 – 8

9 – 10

Likert
Jumalah

Sumber : Data diolah. 2019

 

 

  • Metode Pengumpulan Data

 

Menurut Suharsimi Arikunto (2005:100) metode atau tehnik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan penulisan ini. Langkah pengumpulan data adalah salah satu tahap yang sangat menentukan terhadap proses dan hasil penelitian yang akan di laksanakan tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah data primer diperoleh penyebaran kuisioner kepada objek penelitian yaitu Pegawaidi Perguruan Tinggi X, namun untuk melengkapi dan menguatkan hasil penelitian maka penelitian ini juga menggunakan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui kepustakaan, situs atau web dan dokumentasi data pegawai yang ada di Perguruan Tinggi X.

  • Teknik Pengumpulan Data

 

1). Observasi, yaitu mengadakan pengamatan langsung pada objek penelitian di Perguruan Tinggi X, peneliti dapat melihat dan merumuskan gambaran kondisi dari setiap objek penelitian secara lebih jelas.

2). Kuesioner, yaitu dengan cara membuat daftar pertanyaan yang kemudian disebarkan pada para responden secara langsung sehingga hasil pengisiannya akan lebih jelas dan akurat yang selanjutnya akan dilakukan pengolahan data. Menurut Sugiyono (2010:45), skala yang digunakan dalam kuesioner adalah skala likert. Dikemukakan Sugiyono (2014: 93) bahwa skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

3). Wawancara.

Menurut Sugiyono (2014: 137) Metode wawancara merupakan teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Metode wawancara, digunakan untuk mengumpulkan data tentang variabel penelitian yaitu fasilitas kerja, indentif dan kinerja.

4).  Dokumentasi, yaitu mengambil data pada objek penelitian baik dari dokumen-dokumen atau pihak lain yang diperlukan dengan cara mencatat atau memfoto-copy.

 

  • Alat Analisis
    • Analisi Kualitatif dan Kuantitatif
      • Analisis kualitatif

yaitu menganalisis data dengan menggunakan teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan atau variabel, yaitu fasilitas kerja, insentif dan kinerja. Untuk mengetahui ketegori jawaban responden digunakan rumus interval sebagai berikut :

 

I = Nt – Nr

k

 

Keterangan :

I           = Interval kelas dari total skor

Nt        = Nilai terbaik dari total skor

Nr        = Nilai terburuk dari total skor

K         = Jumlah kelas alternatif jawaban

Variabel Fasilitas kerja, Insentif dan kinerja pegawai diukur dengan menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono (2014 : 134) menyatakan bahwa “Skala Likert digunakan untuk mengukur suatu sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena sosial”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis instrumen angket atau kuesioner  dengan cara pemberian skor setiap jawaban responden pada kuisioner yang diberikan. Pemberian skor terdapat 5 alternatif jawaban dengan tingkatan kriteria yaitu :

  1. Alternatif jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 5
  2. Alternatif jawaban Setuju (S) diberi skor 4
  3. Alternatif jawaban Cukup Setuju (CS) diberi skor 3
  4. Alternatif jawaban Tidak Setuju (TS) diberi skor 2
  5. Alternatif jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1

 

  • Analisis Kuantitatif

Dalam analisis kuantitatif menggunakan alat analisis Regresi Linier sederhana dan regresi linier Berganda (Linier Multiple Regresi).

  1. Analisis regresi sederhana merupakan alat uji yang digunakan untuk melihat pengaruh satu variabel bebas terhadap variabel terikat.

a). Persamaan regresi Linear Sederhana

Menentukan persamaan regresi linear sederhana untuk X1 :

Y = a + b1X1 + e

 

Keterangan :

Y = Kinerja Pegawai

a = Konstanta

b1 = Koefisien regresi X1

X1 = Fasilitas Kerja

e = Faktor kesalahan

b). Persamaan regresi linear sederhana untuk X:

Y = a + b2X2 + e

Keterangan :

Y = Kinerja operator siskeudes

a = Konstanta

b2 = Koefisien regresi X1

X2 = Insentif

e = Faktor kesalahan

 

  1. Analisis regresi ganda digunakan untuk menguji hipotesa dari penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel independent dan dependent . Dalam penelitian ini menggunakan rumus persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e

 

 

 

Keterangan:

Y : Kinerja Pegawai

a : Konstanta

X1 : Fasilitas Kerja

X2 : Insentif

b1 : Koefisien regresi variabel Fasilitas Kerja

b2 : Koefisien regresi variabel Insentif

e : Standart error/faktor lain di luar penelitian.

 

Selanjutnya pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan program Statistical Package for Social Science (SPSS), dengan interpretasinya serta melakukan Uji Hipotesis. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganlisis pengaruh antar variabel penjelas/ independen dan variabel dependen.

 

3.5.2  Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

  1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut Ghozali (2010:87).

Dalam hal ini digunakan beberapa butir pertanyaan yang dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur tersebut, dengan jumlah sampel yang diujikan sebesar 10 sampel.

Metode uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi product moment Sugiyono(2013:261).

 

 

Keterangan :

r  =  Koefisien korelasi

X =  Jumlah skor item

Y =  Jumlah skor total

n  =  Jumlah Sampel

Ketentuan :

  1. Bila r hitung ≥ 0,3 maka instrumen valid
  2. Bila r hitung < 0,3 maka instrumen tidak valid
  3. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu Ghozali(2010:95).

Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja dengan alat bantu SPSS uji statistik Cronbach Alpha (a).  Rumus pengujian reliabilitas instrumen dengan teknik Alpha Cronbach adalah :

 

dan

dimana :

r11    = Reliabilitas instrument

k      = Banyak butir pertanyaan

∑ = Variabel total

= Jumlah varians butir

n     = Jumlah Responden

x     = Nilai skor yang dipilih

 

Suatu variabel dikatakan reliabel, apabila Ghozali (2010: 96) :

Hasil α > 0,60 =  Reliabel

Hasil α < 0,60 =  Tidak reliabel

 

3.5.3  Uji Hipotesis  dan Uji signifikansi

Untuk melakukan pembuktian hipotesis tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik, sebagai berikut :

  1. Uji t

Uji statistik t ini adalah untuk menguji keberhasilan koefisien regresi secara parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) secara tunggal berpengaruh terhadap variabel terikat (Y) dengan membandingkan antara nilai thitung masing-masing variabel bebas dengan nilai t tabel dengan derajat kesalahan 5% (α = 0.05).

Apabila nilai thitung ≥ t tabel, maka variabel bebasnya memberikan pengaruh bermakna terhadap variabel terikat. Uji t ini menggunakan derajat kebebasan df= n-k-1 dimana n= banyak observasi dan k= jumlah regresor. Selain itu, pengujian ini dapat sekaligus digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja dan motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan dengan melihat nilai-nilai t masing-masing variabel. Berdasarkan nilai t itu, maka dapat diketahui variabel bebas mana yang mempunyai pengaruh paling bermakna atau signifikan mempengaruhi variabel terkait.

Untuk mengetahui hipotesis secara parsial digunakan Uji t dengan rumus :

t hitung

Keterangan :

thitung      = Nilai t

r           = Koefisien Kolerasi

n          = Jumlah responden

(Sugiyono, 2008:230)

Kriteria untuk Uji t adalah sebagai berikut :

  1. Jika thitung ≥ ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.
  2. Jika thitung ≤ ttabel maka Ha ditolak dan Ho diterima.

Taraf signifikan dalam penelitian ini digunakan α = 0,05 atau 5%

 

 

  1. Uji F

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan atau bersama-sama antar variabel independen terhadap variabel dependen. Pengaruh tersebut memiliki tingkat signifikansi pada alpha 5%. Adapun metode untuk menentukan apabila nilai signifikan < 0,05 dan Fhitung > Ftabel. Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui tingkat siginifikansi pengaruh variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (Ghozali, 2005).

Rumusnya adalah:

Fhitung =

Dalam penelitian ini, hipotesis yang digunakan adalah:

  • Jika F hitung > F tabel, maka Hipotesis yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
  • Jika F hitung < F tabel, maka Hipotesis yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak tidak mempengaruhi variabel dependen dengan signifikan.

Dasar pengambilan keputusannya (Ghozali, 2005) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu:

  1. a)      Apabila probabilitas signifikansi > 0.05, maka Hipotesis diterima.
  2. b)      Apabila probabilitas signifikansi < 0.05, maka Hipotesisi ditolak.

 

Dengan kata lain Penolakan hipotesis atas dasar signifikansi pada taraf nyata 5% (taraf kepercayaan) dengan kriteria:

  1. Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
  2. Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

 

  1. Uji Koefisien determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2013: 46).

 

  • Uji Asumsi Klasik

 

  1. Uji Normalitas

Menurut Imam Ghozali (2013: 110) tujuan dari uji normalitas adalah sebagai berikut: “Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas diperlukan karena untuk melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya dengan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid dan statistik parametrik tidak dapat digunakan.”  Dasar pengambilan untuk uji normalitas data adalah:

  1. Jika data menyebar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
  2. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

 

  1. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Imam Ghozali (2013: 105) Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain, jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda maka disebut heteroskedastisitas.

Dasar pengambilan keputusan untuk uji heteroskedastisitas :

  1. Jika ada pola tertentu, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
  2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

 

 

  1. Uji Multikolineritas

Menurut Imam Ghozali (2013: 91) Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel-variabel bebas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas / variabel independen. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antara variabel bebasnya sama dengan nol.

  1. Jika antar variabel bebas pada korelasi diatas 0,90, maka hal ini merupakan adanya multikolinieritas.
  2. Atau multikolinieritas juga dapat dilihat dari VIF, jika VIF < 10 maka tingkat kolinieritasnya masih dapat di toleransi.
  3. Nilai Eigen Value berjumlah satu atau lebih, jika variabel bebas mendekati 0 menunjukkan adanya multikolineritas.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *